09
OCT
2021

Pengalaman Adalah Kunci Kesuksesan

Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer (PTSA) – Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyelenggarakan kegiatan Paracita Atmaloka 2021  dengan tema “Youth Actions for Environment Sustainability”  yang diselenggarakan pada tanggal 14 Juni sampai 5 September 2021 secara online. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para pelajar SMA/SMK sebagai generasi penerus untuk melestarikan lingkungan hidup.

         Peserta Paracita Atmaloka berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Ni Kadek Suastuti merupakan salah satu peserta yang berasal dari Provinsi Bali mewakili SMK Negeri 1 Klungkung. Peserta yang akrab disapa Suastuti itu berpartisipasi dalam lomba Cipta dan Baca Puisi. Puisi yang dibawakan oleh Suastuti dengan judul “Untuk Bentala” berhasil meraih juara 1 tingkat Nasional.

         Ni Kadek Suastuti memang sudah sejak lama tertarik dengan sastra, baik itu berupa puisi maupun cerita film. Suastuti yang juga merupakan anggota PIK-R Barasatya SMK Negeri 1 Klungkung ini awalnya mendapatkan informasi tentang acara Paracita Atmaloka dari group PIK-R Barasatya, pada saat itu Ni Kadek Suastuti mulai tertarik untuk mengikuti lomba, tetapi ia sempat ragu dan takut karena sebelumnya ia pernah gagal dalam mengikuti lomba membaca puisi. Rasa takut itu sempat membuat Suastuti mengalami kesulitan dalam membuat puisi. Akhirnya pembina dari PIK-R Barasatya yaitu I Gede Wirapradnyana, S.Pd. menyarankan untuk mengikuti lomba di bawah binaan  Ni Komang Oktarina, S.Pd. Suastuti mulai bangkit, kegagalan yang pernah ia alami tidak menyurutkan niatnya untuk terus belajar dan berlatih. Selain lomba Cipta dan Baca Puisi, Paracita Atmaloka juga menyelenggarakan lomba foster dan fotografi yang juga diikuti oleh teman-temanya.

         Pada saat pengumuman seleksi, ternyata Suastuti berhasil  lolos di seleksi awal dan masuk 13 besar.  Langkah selanjutnya yaitu menuju babak penyisihan, penilain pada babak penyisihan ini adalah 90% dari juri dan 10% dari like terbanyak di Youtube. Suastuti banyak mendapat dukungan dari keluarga, teman-teman serta para guru di sekolahnya. Hingga akhirnya ia berhasil memperoleh like terbanyak. Tiba pada puncak acara yaitu  tanggal 5 September 2021 dimana pada acara tersebut akan diumumkan peserta yang berhasil masuk 5 besar dan dilanjutkan dengan pengumuman juara 1, 2, dan 3. Acara pengumuman pemenang lomba dilakukan secara virtual, Suastuti pada saat itu terus berdoa hingga akhirnya berhasil masuk 5 besar. Rasa bahagia dan bangga Suastuti bertambah saat pengumuman juara, karena dirinya berhasil meraih juara 1. Perjuangan serta kerja kerasnya selama ini tidak sia-sia, kegagalan yang pernah ia alami bisa dijadikan pelajaran berharga hingga ia bisa bangkit kembali

         “Perasaanku setelah menang itu sangat bersyukur banget bisa ada di posisi pertama dan banyak yang udah support aku. Haru banget juga pastinya bisa bawa nama sekolah ke tingkat Nasional. Bangga juga sama diri sendiri karena sudah susah payah, jatuh bangun selama cari like, pokoknya perasaannya campur aduk banget. Apalagi pas tau ternyata setelah kemenangan itu banyak banget juga yang bangga, apalagi orang tua dan guru-guru serta teman-teman yang udah ngucapin dan ikut bangga akan pencapaianku, saat ini lebih dominan bersyukur.” Ujar Suastuti.

Jadi, gunakanlah kegagalan itu untuk lebih maju kedepannya karena sebuah kegagalan bukanlah akhir dari perjalananmu, lawanlah rasa takut dan trauma karena itu hanyalah bayangan yang akan membuatmu gagal, dan hadapi untuk mengalahkannya. Jika teman-teman ingin melihat puisi yang dibuat dan dibaca oleh Suastuti klik  di sini

          Penulis 

  1. Pande Koming Agnesya Wulan Devi (XI FARMASI 1)
  2. I Dewa Ayu Ratih Candra Dinata (XI FARMASI 1)

Editor 

Ni Komang Oktarina, S.Pd

Balas Pesan...

*