21
NOV
2021

AKSI GURU SMK N 1 KLUNGKUNG LOMBA MAGEGURITAN DALAM RANGKA HUT PGRI

Megeguritan merupakan salah satu budaya masyarakat Bali yang masih tetap hidup dan berkembang sampai saat ini. Karya sastra ini banyak mengandung pesan-pesan moral dan religius. Pesan-pesan yang terkandung dalam lantunan tembang ini akan dijadikan acuan dalam menjalani kehidupan beragama dan bermasyarakat di Bali.

Dalam rangka memeriahkan HUT PGRI, guru Bahasa Bali di SMK N 1 Klungkung mengikuti perhelatan Lomba Megeguritan tingkat guru yang diadakan oleh Panitia PGRI Cabang Klungkung. Lomba ini diikuti oleh Drs. I Nengah Suarta, M.Pd dan I Wayan Widiarsa, S.Pd. Lomba diadakan secara daring dengan cara merekam video tanpa editing dan disetor ke panitia lomba. Batas akhir pengumpulan lomba tanggal 18 November 2021.

Peserta lomba membawakan 1 pupuh wajib, yaitu Pupuh Sinom dan 1 pupuh bebas, yakni Pupuh Ginada. Makna dari Pupuh Sinom yang dibawakan oleh I Nengah Suarta dan I Wayan Widiarsa adalah tentang pemikiran yang baik akan didasari dengan jalan dharma (kebenaran). Ketika pemikiran adharma (keburukan) yang merasuki diri seseorang, maka pikiran seseorang akan menjadi awidya (gelap atau lupa kepada kesadaran tentang tujuan hidup di dunia). Begitupula makna dari Pupuh Ginada yang tidak jauh beda dari Pupuh Sinom. Pada intinya, kita sebagai manusia harus menghilangkan perilaku buruk dan mengendalikan Panca Indriya sehingga akan mencapai kehidupan yang lebih baik.

Berikut ini merupakan video yang diikutsertakan dalam lomba megeguritan.

Semoga selalu menginspirasi dan berhasil meraih apa yang diharapkan

SMK BISA

Kami ber-IPTEK CERMAT

Balas Pesan...

*